google search

Serenada pagi hari

>> Sabtu, 06 Februari 2010

cerita di pagi hari

katakan bahwa pagi yang sejuk membawa kedamaian
katakan bahwa pagi hari membuat orang merasakan kenikmatan
katakan dengan seribu ungkapan bahwa pagi membawa keberkahan

di mana orang-orang bekerja meraih impian
di mana pintu - pintu rezeki dibukakan untuk segera kita sambut dengan hati semangat dan tangan yang mengepal kuat
di mana banyak cinta yang bertaburan untuk memenuhi perut yang kelaparan
di mana bunga-bunga bermekaran siap menyambut sang kumbang
dan di mana udara sejuk siap kita hirup untuk memenuhi rongga kesegaran

katakan bahwa kau mencintai pagi
dengan penuh kenikmatan yang ada pada dirinya
dengan segala kelebihan yang ada pada dirinya
Dan.....
katakan bahwa di pagi ini kau masih mencintaiNya

( kisah aku, hatiku dan DIA )

Read more...

Aku rindu hujan

>> Selasa, 26 Januari 2010

Aku rindu hujan
karenanya hatiku menjadi sejuk

Aku rindu akan hujan
karenanya wajahku menjadi segar

Aku rindu akan hujan
karena banyaknya berkah yang ada pada dirinya

Tapi....
mengapa masih banyak yang mengumpatnya
hanya karena kau tidak bisa pergi melangkah
hanya karena kau tidak ingin basah
hanya karena kau takut make up mu luntur
atau hanya karena tidak ingin penampilanmu hancur

Pernahkah kau berfikir jika langit merajuk???
Tak setetespun air yang jatuh
tak setetespun air yang menyapa bumi
Pernahkah???

Oleh karena itu...
aku rindu akan hujan
tetesannya menyiram kedamaian
dinginnya membuat hati damai
dan alunan nadanya membuat hati berdendang
Hingga matapun ikut larut dalam suasana yang menenangkan

Hujan...
aku rindu padamu

(hujan.......bawalah isi hatiku padaNya)



Read more...

Tujuh Kiat Tilawah Satu Juz Sehari

>> Senin, 18 Januari 2010

Sebagai seorang Pendidik, Anda harus memiliki kemampuan mengatur binaan. Sebelum mengatur binaan, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah membina diri Anda sendiri. Tarbiyah dzatiyah merupakan keniscayaan bagi setiap murobbi, bagaimana mungkin seorang murobbi menyeru binaannya kepada kebaikan, sedangkan ia melupakan dirinya sendiri? Tidakkah ia berpikir?

Salah satu sarana tarbiyah dzatiyah adalah tilawah Al Quran. Tentunya dengan bacaan yang benar, “haqqo tilaawatih”. Beberapa kendala yang sering saya dengar dan alami sendiri dalam berkomitmen tilawah satu juz sehari adalah ketidakmampuan dalam mengatur waktu.


Saya berangkat kerja jam 6 pagi, sampai di kantor sudah disambut dengan pekerjaan yang dikejar-kejar deadline. Istirahat siang setelah Zuhur ingin tilawah, tapi perut keroncongan minta jatah, setelah kenyang ingin tilawah, tidak jadi lagi karena ngantuk, sesudah itu waktu istirahat habis, hanya berharap nanti bisa tilawah ba’da Ashr.

Harapan tinggal harapan, sepertinya susah sekali menahan godaan untuk kembali ke kantor, kerjaan tanggung lah, sedikit lagi selesai, nanti saja lah saya tilawah di rumah.

Sampai di rumah sudah lelah, tilawah pun hanya beberapa halaman saja, dapat setengah juz juga sudah lumayan. Akhirnya satu juz sehari tidak tercapai.


Padahal kalau dipikir, seharian itu saya masih sempat update facebook dari blackberry, sempat baca-baca email dari beberapa milis, sempat ngobrol dengan teman kantor, sempat nonton tv di rumah. Lha kok tilawah satu juz saja ga sempat? Jadi ingat iklan minum makanan bergizi, “Tilawah? Mana sempat.. “.


Jika saya memang benar-benar ingin tilawah, pasti saya akan menemukan waktu untuk itu. Yang tidak saya miliki saat itu adalah keinginan yang kuat. Kurangnya semangat berlomba-lomba dalam kebaikan, kurangnya keyakinan bahwa hidup ini adalah untuk beribadah kepada Nya. Akhirnya saya menyadari, itulah yang membuat saya semakin futur dari hari ke hari.


Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya menemukan beberapa kiat yang mudah-mudahan berguna bagi Anda supaya bisa ber-istiqomah tilawah satu juz dalam sehari:

* Ketika Anda bangun tidur, katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda akan tilawah satu juz pada hari ini karena Allah, dan Anda pasti bisa.
* Sebelum berangkat ke kantor, tilawahlah 10 menit.
* Sebelum beraktivitas di kantor, sempatkan sholat dhuha, kemudian tilawah. Jika Anda masuk jam 8, usahakan sampai kantor lebih awal 30 menit.
* Setelah sholat Zuhur dan Ashr, tilawahlah masing-masing 5 menit sebelum meninggalkan masjid.
* Sampai di rumah, carilah waktu 15 menit saja untuk tilawah.
* Paksakan diri Anda dari rasa malas dan kurang semangat
* Jika Anda berhasil, bersyukurlah pada Allah karena Ia telah memberikan Anda kesempatan untuk tilawah.

Seperti hal yang lain dalam hidup ini, jika Anda benar-benar menginginkannya, pasti Anda akan menemukan caranya.


Wallohu a’lam.

Bagaimana pendapat Anda?
(kiriman mnj_mentoring]

Read more...

Cahaya

>> Rabu, 23 Desember 2009

Namamu adalah cahaya
yang terang dalam pengembaraannya
yang selalu terang dan akan terang
meskipun langit tertutup oleh gelap dan kelam

Aku tahu namamu cahaya
seperti cahaya yang terang
yang akan selalu menerangiku
ketika aku rindu...
ketika aku bersedih...
Dan ketika aku bahagia

Aku tahu namamu cahaya
yang terang benderang
sampai menembus syaraf retinaku
kemudian di proses dalam pikiranku
dan terendap dalam hatiku

Tapi....
ada yang tidak ku suka darimu
cahayamu semakin lama semakin terang
mataku jadi silau karenamu
hampir saja aku jadi buta karena cahayamu

Sekali lagi...aku tahu namamu cahaya
Tapi tidak seindah yang kubayangkan selama ini
Cahayamu menyakiti...
hatiku seperti tersayat - sayat, sesak napas bahkan sampai berkeringat

Aku berlari menjauh darimu cahaya
Sampai terjatuh, terseok - seok di antara manusia-manusia yang berjalan
.sakit...tapi itu harus aku lakukan...cahaya

Sampai suatu ketika..
Aku melihat sebuah cahaya yang lain

Tahukah cahaya...
cahaya itu indah bahkan paling indah melebihi keindahan seluruh alam jagad raya ini
Aku mau menemuinya
Karena cahayanya tidak membuatku buta
tapi malah membuatku mampu menembus hati - hati yang bersih

Aku menuju cahaya yang lain itu
wajahku berseri - seri, bibirku tersenyum, hatiku berbunga-bunga
Kutinggalkan dirimu cahaya...sendirian...engkau membisu

Tapi ku yakin..
Cahayamu akan tetap terang
dan menerangi jiwa yang lain
tanpa membuatnya silau dan buta akan cahayamu
Dan jiwa itu akan selalu setia padamu

Untuk pertama dan terakhir kalinya
aku tahu namamu adalah cahaya
dan cahaya itu adalah kamu..

(terinspirasi dari sebuah memori...selamat tinggal sahabat)








Read more...

Recent Comments

Latest comments

Popular blog posts

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP